Skip to content

Tingkat Keasaman (pH) Air Hujan di Indonesia

November 2, 2010

TINGKAT KEASAMAN (pH) AIR HUJAN DI INDONESIA (SEPTEMBER 2010)

Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 31 (tigapuluh satu) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic Rain Water Sampler (ARWS). Analisis sampel air hujan dilakukan di laboratorium kualitas udara BMKG dengan menggunakan alat ion chromatograph.

Pada bulan September 2010, jumlah sampel air hujan yang diterima di Laboratorium Kualitas Udara berasal dari 10 (sepuluh) stasiun pengamatan hujan di Indonesia.

Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat keasaman (pH) air hujan di 7 (tujuh) kota (Banjarbaru-Banjarmasin, BMKG Jakarta, Kenten-Palembang, Maros-Makasar, Pulau Baai-Bengkulu, Samratulangi-Manado, dan Sampali-Medan) berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) pH air hujan normal sebesar 5,6. Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan yang turun di 7 (tujuh) kota tersebut bersifat asam.

Tingkat keasaman air hujan di 3 (tiga) kota lainnya (Angkasa Pura-Jayapura, Kayuwatu-Manado, dan Makasar) menunjukkan nilai pH air hujan berada diatas Nilai Ambang Batas (pH = 5,6).

Secara lebih rinci, hasil analisis pH air hujan dapat dilihat pada grafik dibawah ini:

From → Uncategorized

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: